CEMBURU

Oleh : Zaldy Munir

CEMBURU adalah perubahan hati yang diikuti munculnya kemarahan karena ada campur tangan dalam satu hal yang menjadi hak mutlak. Yang paling mudah terlihat dari hal ini ialah masalah suami istri. Rasa cemburu bermula dari semangat yang menggelora yang menjadikan seseorang tidak senang atau benci terhadap orang lain yang mencampuri urusan pribadinya.

Kecemburuan yang sering kali terjadi di kalangan umum adalah kemarahan seseorang akan muncul bila ada orang lain yang berniat buruk atau melihat terhadap istri dan wanita-wanita yang menjadi tanggung jawabnya. Inilah kecemburuan yang memang menjadi watak manusia.

Ada pun kecemburuan Allah (ghiratullah) mustahil seperti itu (perubahan hati). Allah SWT memiliki kecemburuan yang begitu dahsyat. Imam Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud yang berkata, “Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah, karena itulah Allah mengharamkan kejelekan yang jelas dan yang samar.” (Fathul Baari : 7/228)

Allah SWT sangat mencintai seorang muslim dan merasa cemburu bila melihatnya mengikuti langkah setan. Karena muslim adalah kekasih Allah, maka Allah melarang memilih jalan kesesatan. Rasulullah SAW adalah manusia yang paling besar cemburunya. Tak ada seorang pun yang mempunyai kecemburuan melebih Nabi SAW kepada Allah SWT.

Suatu ketika Sa’ad bin Ubadah berkata, “Andaikan aku melihat laki-laki lain bersama istriku, pasti akan aku tebas lehernya dengan pedang tanpa ampun.” Ketika mendengar ucapan itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah, aku lebih cemburu dari dia, dan Allah lebih cemburu daripada aku. Karena itu, Allah mengharamkan kemaksiatan dan keburukan yang jelas maupun yang samar.” (HR. Muslim)

Allah SWT cemburu kepada hati seorang hamba yang beriman dikala hati itu gersang dari rasa cinta, takut dan berharap kepada selain-Nya. Hal ini karena sesungguhnya seorang muslim diciptakan untuk Allah dan dijadikan sebagai yang terpilih di antara ragam makhluk-Nya.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam…! Aku ciptakan kamu untuk diri-Ku. Aku ciptakan segala sesuatu untukmu. Demi hak-Ku atas kamu, maka jangan kamu sibukkan dirimu dengan segala yang Kuciptakan untukmu dan melalaikan apa yang karenanya kamu Aku ciptakan.”

Bahkan Allah SWT cemburu kepada lisan seorang mukmin yang tak pernah menyebut nama-Nya karena sibuk dengan selain-Nya. Allah SWT juga cemburu kepada anggota badan yang tak ada ketaatan padanya karena yang ada hanya kemaksiatan.

Sungguh ironis, bila Allah SWT saja begitu cemburu (perhatian) kepada hati dan anggota badan seorang muslim, sementara mereka sendiri tidak merasa cemburu (tidak peduli) dengan anggota tubuhnya.

Iklan