KEHIDUPAN

Oleh : Zaldy Munir

112KEHIDUPAN di dunia ini kadang mirip seperti menyelusuri arus aliran sungai. Adakalanya arus aliran ini melewati pepohonan, bunga-bunga yang indah, hingga hati pun mengajak bibir untuk tersenyum. Namum kadang kalanya arus aliran ini melewati bebatuan, curam, hingga takut dan gelisah menjadi teman. Inilah sebuah kehidupan yang kadang mirip seperti menyelusuri arus aliran sungai.

Lalu kehidupan mana yang kita dambakan? Apakah hidup hanya sekedar hidup? Tanpa memiliki arah dan tujuan. Tentunya dengan adanya sebuah tujuan hidup, akan membuat kita selalu optimis dalam menghadapi kehidupan ini.

Kalau saya diminta memilih. Kehidupan yang mana yang saya dambakan? Saya akan menjawab; hidup bergerak bersama perubahan. Mungkin itulah yang saya dambakan. Karena di mana ada kehidupan, di situ ada perubahan.

Nilai positif bisa diberikan ketika perubahan merangkum beberapa muatan. Ada arah yang jelas. Itu menandakan bahwa perubahan terjadi by designed, atau direncanakan. Sehingga dampak yang mungkin muncul dari sebuah perubahan bisa disiasati jauh-jauh hari.

Muatan kedua adalah konsistensi. Seekstrin apa pun sebuah perubahan, jika secara konsinten akan menghasilkan irama yang nyaman didengar, enak dipandang. Mungkin, persis yang terjadi pada metemorfosi kupu-kupu: telur, ulat, kepong-pong, dan kembali ke kupu-kupu. Ekstrim, tapi konsisten.

Muatan yang mungkin terakhir adalah plus minus pusat perubahan. Perubahan akan efektif jika pusatnya memperlihatkan totalitas perubahan. Hal itulah yang menjadikan perubahan tidak sekedar stempel dan slogan.

Hudup memang akan terasa hidup jika bergerak bersama perubahan. Tentunya, sebuah perubahan yang positif dan dinamis. Jangan sampai perubahan cuma sekedar perubahan, apalagi ikut-ikutan. Karena hal itu bisa disebut perubahan yang berubah-ubah (tidak konsisten).***

Iklan