PROBLEM

Oleh : Zaldy Munir

“KENAPA sih hidup penuh dengan problem?”  “ Kok orang lain lebih enak and nggak banyak masalah?”

Suatu waktu atau bahkan seringkali kedua pertanyaan tadi muncul. Tidak ada seorang pun yang tidak mendambakan hidup yang enak, lancar dan bebas dari problem. Tetapi masalahnya keinginan tersebut amat sulit dicapai, atau mungkin mustahil terjadi. Yang selalu terjadi adalah kita menganggap persoalan yang kita alami jauh lebih susah dan pelik dibanding problem orang lain. Lucunya orang yang kita duga lebih sedikit problemnya juga menganggap hidup kita lebih enak dan bebas dari problem.

Selama hayat dikandung badan, problem akan selalu ada, datang silih berganti setiap saat. Terkadang kecil, sedang atau pun besar. Jenis dan kadarnya saja yang berbeda untuk setiap orang.

Bagi seorang siswa, problemnya sudah pasti seputar menyelesaikan tugas-tugas, memperoleh nilai bagus dan dapat lulus. Lain lagi bagi yang menganggur. Bagi mereka yang menjadi problem ialah memperoleh pekerjaan. Kalaupun ada satu dua yang sudah bertahun-tahun menganggur. Bukan berarti mereka terbebas dari problem. Dengan predikat  “pengangguran kelas kakap” mereka juga memiliki problem yang harus diatasi. Bagaimana mencari berbagai alasan untuk mensahkan (menjustify) mengapa mereka tidak bekerja. Harus memutar otak memikirkan alasan kalau ditanya oleh keluarga dan kenalan. Ini juga suatu problem buat mereka.

Seorang yang bergerak di bidang penjualan lain pula problemnya. Cara dan teknik menjual produk dan atau jasa dengan efektif dan efisien harus selalu dipikirkan. Kalau tidak target penjualan akan selalu memble. Wanita yang berkarir sekaligus sebagai ibu rumah tangga juga selalu menghadapi problem. Bagaimana membagi waktu antara urusan di kantor dan di rumah.

Banyak contoh lagi yang membuktikan bahwa problem itu pasti ada, dimana saja, kapan saja, bagi siapa saja. Lantas bagaimana kalau menghadapi suatu problem? Lari dan meninggalkan problem bukan solusi yang manjur. Karena jika kita bersikap seperti itu, bukan berarti kita akan terbebas dari problem. Malah akhirnya problem akan makin menumpuk dan suatu saat, suka atau tidak, harus kita hadapi juga semuanya. Akan lebih baik jika kita menghadapi problem yang ada. Seberapa rumit dan besarnya. Asalkan kita mau memakai otak, berupaya sepenuh hati dan tabah, pasti semua problem akan ada solusinya.

Jadi hidup tanpa problem hanya ada jika kita hidup di alam angan-angan, di dunia khayalan saja. Hidup yang sesungguhnya di dunia nyata adalah hidup dengan aneka permasalahan, beragam problem. Tinggal kita yang harus selalu memutar otak dan berupaya untuk menghadapi dan mengatasi semua problem yang ada.■

Iklan