BERDAMAI DENGAN MASA LALU

Oleh : Zaldy Munir

 

 

BANYAK di antara kita yang hidup dengan trauma dan ketakutan-ketakutan yang muncul dari berbagai kejadian masa lalu. Seringkali kejadian itu sedemikian membekasnya sehingga pribadi kita setelah kejadian yang menimbulkan trauma itu terjadi akan menjadi jauh berbeda.

 

Trauma dan ketakutan ini bisa menghinggapi semua orang, baik miskin-kaya, tua-muda, para rohaniawan bahkan bagi orang-orang yang tergolong punya kemampuan supra natural, baik itu yang terlahir atau dikatakan indigo, maupun orang-orang yang kemampuan spiritualnya itu muncul dengan menekuni metode spiritual tertentu, semuanya bisa mengalami dan dihantui oleh trauma masa lalu ini.

 

Ketika kita telah mau dan siap untuk melihat dan meneliti kembali perjalanan hidup dengan jujur dan terbuka, sebetulnya kita telah setengah menyelesaikan trauma dan ketakutan. Hal ini terutama sekali karena dengan menelusuri dan meneliti kejadian di masa lalu itu dengan keterbukaan dan kejujuran, akan menjadikan kita bisa menemukan sendiri, melihat sendiri kesalahan-kesalahan pengambilan putusan atau indakah yang kita perbuat dalam perjalanan hidup.

 

Bisa saja memang timbul argumentasi bahwa kejadian itu tidak bisa terelakkan karena ini dan itu, namun kalau kembali dilihat dengan jujur, tidak ada gunanya menyesali diri dan toh semestinya itu bisa disikapi dengan lebih baik, dan pada akhirnya lebih baik kita menerima dengan tulus.

 

Kesadaran ini, akan menjadikan terbentuknya suatu pemahaman akan sistematika terjadinya kejadian pembentuk trauma dan ketakutan-ketakutan tersebut dan kalau dibalik, akan terbentuk pemahaman kenapa trauma itu terjadi dan bagaimana juga agar tidak terjadi dan juga sering disertai keyakinan bahwa dalam masa sekarang ini, kejadian yang bisa menimbulkan trauma itu bisa dihindari dan dicegah dengan analogi proses yang sama dengan yang terjadi di masa lalu itu.

 

Bagi semua orang yang mengalami trauma di masa lalu, kesulitan yang paling besar atau yang terutama itu adalah bagaimana menumbuhkan keberaniannya untuk memulainya. Upaya menumbuhkan keberanian ini sering sekali menghabiskan lebih dari separuh umur kita sebagai manusia, dan kadang bantuan dari seseorang, entah itu dari orang terdekat, cucu, anak atau orang yang mengasihinya akan sangat membantu atau paling tidak bisa menjadi semacam katalisator yang mempercepat timbulnya atau kadang menjadi umpan balik yang bisa saja dengan spontan menjadikan keberanian itu timbul.

 

Anda secara pribadi bisa menjadi orang yang punya keberanian untuk mengatasi masa lalu anda dan sekaligus menjadi inspirator bagi orang-orang disekitar anda untuk memiliki keberanian itu. Hanya memang untuk yang terakhir ini anda mesti bisa melakukannya dengan hati-hati, cermat dan penuh pertimbangan yang matang. ¡

Iklan