IRONIS

Oleh : Zaldy Munir

 

biarlah angin mengatakan

biarlah hujan menyampaikan

bahwa cintaku tulus hanya untukmu

tapi, kau tak pernah mengerti aku

selalu ingin menang sendiri

kerena keegoisanmu

kau mayakiti hatiku

luka hati karena cintamu

di manakah pengobatan lukaku?

yang talah lama ku simpan sendiri

gemerisk angin membelai lembut wajahku

seolah ia ingin membalut lukaku

aku bukan segelas air, pelapas haus dahaga

aku bukan persinggahan, tempat pelarian hatimu

ku tak percaya semua ini

begitu cepat kau berpaling

di kala hati ini makin sayang padamu

lantas, cintamu untuk siapa?

hatimu untuk siapa?

rindumu untuk siapa?

open your eyes baby

open your heart…

oh baby can’t yau see

ironis memang, mungkin suratan takdir

berharap kearifan ada pada dirimu.*

Iklan