WASPADAI LEPTOSPIROSIS

The INDEPENDEN’S – Weblog – Para ilmuan barat pada tuhun 1886 Adolf Weil mengatakan ada penyakit dengan gejala panas tinggi yang disertai beberapa gejala saraf serta pembesaran hati dan limpa. Hal ini dikuatkan dengan pendapat ilmuan dari Jepang Inado dan Ito, serta Hubner dan Reiter dari Jerman yang menemukan gejala yang sejenis setelah dilakukan penelitian yang mendetail. Ternyata penyakit tersebut disebebkan oleh leptospira yang berbentuk spiral dan lentur.


Leptospirosis menular memalui mata rantai dengan perantara bakteri yang akan masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir mata, hidung, dan kulit yang lecet. Bahkan, bisa kemungkinan melalui makanan yang sudah tercemar oleh air seni tikus. Kemudian tikus got bisa tertular dari kencing penderita, tikus yang tertular akan menjadi sumber penularan bakteri seumur hidupnya.


Penyakit leptospirosis bisa menyerang siapa saja, tidak memandang usia, jinis kelamin bahkan bisa menyerang anak-anak. Masa inkubasi penyakit ini adalah 4 – 19 hari dengan angka rata-rata 10 hari. Begitu tertular tanda-tandanya tidak jauh beda dengan penyakit lainnya, seperti masuk angin dan demam yang disertai meningkatnya suhu badan. Akibat yang ditimbulkan dari gejala ini hilangnya nafsu makan, muntah, nyeri otot kadang disertai dengan penyakit diare.


Dampak yang terparah dari penyakit ini adalah muntah darah, terdapat darah dalam tinja, pendarahan di bawah kulit dan sebagainya. Tak jarang timbul gangguan saraf yang mengakibatkan badan terasa kaku dan bingung. Penyakit ini bisa menyerang ginjal, hati serta liver penderita, hal ini ditandai dengan selaput mata yang berwarna kuning dan resiko kematian yang diakibatkannya akan lebih tinggi lagi.


Pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian antibiotik, seperti penicillyn, streptomycin atau arythromycin bahkan bisa sembuh secara alamiah apabila pertahanan tubuh penderita akan meningkat terus. Namun hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja karena hal tersebut hanya kemungkinan kecil sekali.


Untuk pencegahan agar terbebas dari penyakit leptospirosis ini sebenarnya amat mudah, di antaranya yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan genangan air, sampah yang kemungkinan bisa menjadi sarang tikus. Memakai sarana pelindungan terutama untuk kaki, seperti sepatu boot, sarung tangan apabila berada pada tempat yang kotor terutama yang terdapat genangan air.


Hidup sehat adalah tindakan yang paling tepat untuk mencegah penularan bakteri leptospira ini, misalnya, menyemprot rumah dengan disenfektan, mencuci tangan dengan sabun, membuang sampah pada tempatnya, mencuci kaki serta membersihkan saluran irigasi yang tersumbat untuk menghindari genangan air.


Selain itu, meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi dengan menggunakan peralatan yang bersih dan hiegenis, serta melakukan vaksinasi terhadap binatang piaraan ke dokter hewan apabila tertular akan segera teridenfikasi secepat mungkin.■

Iklan