MENGENAL DAN MENELADANI PRIBADI NABI MUHAMMAD SAW

 

Oleh : Zaldy Munir


NABI Muhammad Rasulullah SAW, merupakan pribadi mulia yang menarik untuk ditulis, dibaca, dan didiskusikan, sepak terjang dan keteladanannya. Pribadi paripurna itu menampilkan multikompleks sebagai politisi, negarawan, orator, pendidik, sekaligus pemimpin revolusioner besar di muka bumi ini.


Muhammad bin Abdullah lahir di kota Mekkah, 12 Rabiu’ul Awal 571 H – 20 April 571 M dikenal tahun Gajah. Lelaki itu bergelar ‘al-amien’ lahir dari keluarga miskin materi, ‘berdarah biru’ dari keluarga terhormat dan terkemuka. Pribadi mulia itu ditinggal wafat ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib ketika masih dalam kandungan dan ibunya Aminah pun wafat ketika ia masih usia dini (6 tahun).


Di usianya yang semestinya membutuhkan belaian kasih sayang orang tua, tidak didapatnya. Pada tahap perkembangan usia anak-anak justru ikut berniaga sampai ke negeri Syam. Dalam konteks kekinian, anak seusia Nabi itu masih bergantung kepada orang tuanya dihadiahi tumpukan materi.


Jika ditarik dalam kehidupan kekinian anak-anak perkotaan masih dimanjakan dengan gaya hidup hedonis. Tidak terbiasa dengan kegiatan ekonomi mambantu orang tua sebagai proses pembelajaran (baca, pendewasaan) tidak terjadi.


Dalam kapasitasnya sebagai individu, warga masyarakat (warga negara), beliau mampu menempatkan dirinya untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kejujuran. Beliau diberikan gelar al-amin atau dapat dipercaya.


Sebagai nabi, ia telah memberikan contoh bagaimana memberikan teladan, mendidik, dan mengarahkan para sahabatnya-sahabatnya agar senantiasa selalu berada di jalan Allah SWT. Pada diri Rasulullah melekat sifat-sifat siddik, tabligh, amanah, dan fathanah.


Sebagai seorang pendidik, beliau mentransformasikan ilmu yang dimilikinya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Dalam hal ini, Rasulullah SAW sangat teliti dalam mengajarkan ajaran-ajaran Islam kepada para sahabatnya.


Sebagai seorang pemimpin umat, beliau telah memberikan contoh, bagaimana cara memimpin yang baik dalam berbagai situasi. Beliau selalu mendelegasikan tugas dan kewenangan-kewenangan kepada para ahlinya.


Sebagai pemimpin yang sukses, Rasulullah SAW, telah berhasil membawa umatnya menjadi umat yang terbaik di muka bumi ini. Adalah sangat pantas jika beliau ditempatkan pada peringakat pertama dalam seratus tokoh berpengaruh di muka bumi ini.


Dalam meneladani kehidupan Rasulullah SAW, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu bertindak, berpikir, memimpin orang dan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Apa yang dicontohkan Rasulullah adalah kesempurnaan perilaku yang sudah sepatutnya ditiru oleh kita sebagai umatnya dan dijadikan semangat bagi kita untuk terus maju dan berprestasi.


Lalu, apakah perilaku kita selama ini telah meniru keteladanan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW atau tidak? Apakah kita juga mempunyai semangat untuk terus maju dan berprestasi dalam berbagai bidang? ■

About these ads